Harga bertingkat adalah skema penetapan harga di mana semakin besar kuantitas pembelian, semakin rendah harga per satuan. Skema ini umum pada perdagangan komoditi karena pemasok memperoleh efisiensi logistik dan pengemasan pada pesanan besar.

Contoh penerapan

Sebagai gambaran, sebuah komoditi dengan harga dasar Rp 13.900 per kg dapat memiliki tingkatan: Rp 13.900 untuk 1–5 ton, Rp 13.500 untuk 6–20 ton, dan Rp 13.100 untuk di atas 20 ton.

Menghitung titik terbaik

Langkah pertama adalah menghitung biaya penyimpanan tambahan. Kenaikan volume memang menurunkan harga satuan, tetapi menambah kebutuhan ruang simpan dan risiko penurunan mutu bila terlalu lama disimpan.

Rumus sederhana: bandingkan penghematan harga satuan dengan biaya penyimpanan selama periode simpan. Bila penghematannya lebih besar, pembelian volume besar layak dilakukan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membeli volume besar tanpa memastikan kapasitas gudang memadai.
  • Mengabaikan masa simpan sehingga barang rusak sebelum terpakai.
  • Tidak mengunci harga, sehingga harga dapat berubah pada periode berikutnya.